Saturday, October 13, 2012

populasi dan sampel


BAB I
PENDAHULUAN
            Salah satu komponen pendidikan yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan proses studi secara komprehensif adalah komponen metodologi. Pada komponen ini metode yang digunakan oleh peneliti dalam mencari dan memecahkan masalah penelitian diuraikan secara jelas. Tujuannya adalah agar para peneliti dapat memberikan gambaran yang sistematis dan terencana tentang apa yang hendak mereka lakukan ketika hendak berada dikancah penelitian, sehingga memberikan peluang kepada peneliti lain untuk dapat melakukan penjejakan kembali jika diperlukan.
            Ada beberapa istilah atau batasan yang berkaitan dengan subjek atau objek yang hendak diteliti. Beberapa batasan penting tersebut diantaranya: tempat penelitian, populasi penelitian, jumlah subjek yang diperlukan untuk penelitian, dan teknik pemilihan subjek. Batasan tersebut harus ditulis oleh peneliti baik ketika mereka menyusun rencana penelitian yang biasanya dituangkan dalan bentuk proposal, maupun dalam bab ketiga didalam laporan penelitian, agar mereka dapat melakukan persiapan kegiatan untuk mendukung tercapainya pengumpulan data.[1]









BAB II
POPULASI DAN SAMPEL
A.      POPULASI
Quntitative researchers attempt to discover something about a large group of individuals by studying a much smaller group. The larger group that they wish to learn about is called a population, and the smaller group they actually study is called sample.[2]
Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan populasi finit, sedangkan jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap ataupun jumlahnya tidak terhingga dinamakan populasi infinit.[3] Totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya dinamakan populasi.[4]
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.[5]
Populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.[6]
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, atau peristiwa sebagai sumber data yang mewakili karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.
Ada beberapa jenis populasi yang harus diketahui berdasarkan penggolongannya yaitu:
a.       Berdasarkan jumlah populasinya
Berdasarkan jumlah populasinya dapat digolongkan menjadi:
a)      Populasi terbatas adalah sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga relatif dapat dihitung jumlahnya.
b)      Populasi tak terbatas adalah sumber data yang tidak dapat ditentukan batasnya sehingga relatif tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah.
b.      Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya, populasi homogen digolongkan menjadi:
a)      Populasi homogen yaitu sumber data yang unsurnya memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.
b)      Populasi heterogen yaitu sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Populasi dapat berupa guru, siswa, kurikulum fasilitas, lembaga sekolah, hubungan sekolah dan masyarakat, karyawan perusahaan, jenis tanaman hutan, jenis pada, kegiatan marketing, hasil produksi, dan sebagainya. Populasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu populasi target dan populasi akses.[7] Populasi yang direncanakan dalam rencana penelitian disebut populasi  target. Orang-orang atau benda yang dapat ditemui ketika dalam penentuan jumlah populasi berdasarkan keadaan yang ada disebut populasi akses.
Hasil dari objek pada populasi yang diteliti harus dianalisis untuk ditarik kesimpulan dan kesimpulan itu berlaku untuk seluruh populasi. Dalam melaksanakan penelitian, walaupun tersedia populasi yang terbatas dan homogen, adakalanya peneliti tidak melakukan pengumpulan data secara populasi, tetapi mengambil sebagian dari populasi yang dianggap mewakili populasi. Dengan meneliti sebagian populasi diharapkan bahwa hasil yang diperoleh akan memberikan gambaran yang sesuai dengan sifat populasi yang bersangkutan. Jadi, penelitian hanya dilakukan pada sampel, tetapi kesimpulan yang diperoleh akan digeneralisasikan terhadap populasi.[8]
B.       SAMPEL
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.[9] Sebuah sampel adalah bagian dari populasi. Survei sampel adalah suatu prosedur dimana hanya sebagian dari populasi yang hanya diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat dan ciri yang dikehendaki populasi.[10]
Sampling ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Dengan kata lain sampling adalah cara mengumpulkan data dengan mencatat dan meneliti sampelnya saja. Dengan cara sampling ini, sampling yang diperoleh adalah nilai karakteristiknya saja dan atas dasar nilai karakteristik perkiraan yang diperoleh dari sampel itu, kita dapat memperkirakan nilai sesungguhnya dari populasi yang sedang kita teliti. Sudah barang tentu untuk mendapatkan perkiraan yang baik, sampel yang kita ambil haruslah bersifat representatif.[11]
Dalam hal menarik sampel, para ahli biasanya menggunakan probability sampel. Dimana suatu unsur individu dari populasi tidak didasarkan pada pertimbangan pribadi, tetapi tergantung pada aplikasi kemungkinan. Jika pemilihan individu dari populasi didasarkan atas pertimbangan pribadi maka sampel tersebut dinamakan judgment sampel.
Kebaikan sampling adalah pekerjaan mengumpulkan data akan dapat dilaksanakan dengan waktu, tenaga, biaya dan alat yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan sensus. Namun segi kelemahannya ialah jika sampel tersebut tidak bersifat representatif, maka kesimpulan yang dikenakan terhadap populasi tidak sesuai dengan kenyataan yang terdapat pada populasi.

a.        Syarat Sampel
-          Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel tersebut. Tolak ukur adanya“bias” atau kekeliruan adalah populasi.
-          Karakteristik Populasi. Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi
-          Presisi. Memiliki tingkat presisi estimasi. Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat presisinya.
b.        Prosedur Penentuan Sampel
Identifikasi populasi target     memilih kerangka sampel      menentukan metode pemilihan sampel       merencanakan prosedur pemilihan unit           sampel menentukan ukuran sampel         menentukan unit sampel         pelaksanaan kerja lapangan.
c.         Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk Menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Secara skematis teknik macam-macam sampling adalah:
Probability Sampling
Non Probability Sampling
1.      Simple Random Sampling
2.      Proportionate Stratified Random Sampling
3.      Disproportionate Stratified Random Sampling
4.      Area (Cluster) sampling (sampling menurut daerah)
1.      Sampling Sistematis
2.      Sampling Kuota
3.      Sampling Incidental
4.      Purposive Sampling
5.      Sampling Jenuh
6.      Snowball Sampling
Teknik Sampling
 






a)        Probability Sampling
Samples can be drawn from accessible or target population by various methods. Some of the methods involve probability sampling. Which means that each individual in the population has a known probability of being selected. The probabilities are known because the individuals are chosen by chance.[12]
 Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.[13]
1.        Simple Random Sampling
A simple random sample is a group of individuals drawn by a procedure in the which all the individuals in the defined population have an equal and independent chance of being selected as member of the sample by independent. We mean that the selection of one individual for the sample has no effect on the selection of any other individuals.[14]
Dikatakan simple karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Cara demikian dilakukan jika populasi dianggap homogen.
Cara penarikan simple random sampling adalah:
·      Cara undian
Cara tradisional ini dapat dilihat dalam kumpulan ibu-ibu arisan. Teknik acak ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti berikut:
-           Tentukan jumlah populasi yang dapat ditemui
-          Daftar semua anggota dalam populasi, masukkan dalam kotak yang telah diberi lubang penarikan
-          Kocok kotak tersebut dan keluarkan lewat lubang pengeluaran yang telah dibuat
-          Nomor anggota yang keluar adalah mereka yang ditunjuk sebagai sampel penelitian
-          Lakukan terus menerus sampai jumlah sampel yang ditentukan.
·      Menggunakan tabel angka random
To use the random numbers table, randomly select a column as a starting point, then select all the numbers that follow in that column. Because there are three digits in 972, you only need the last three digits of each five digits number. If more numbers are needed, proceed next column until sufficieat numbers have been selected to make up the desired sample size.[15]
Proses pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan tabel yang dihasilkan oleh komputer dan telah diakui manfaatnya dalam penelitian. Tabel tersebut umumnya terdiri dari kolom dan angka lima digit yang telah secara acak dihasilkan oleh komputer. Dengan menggunakan tabel tersebut, angka-angka yang digunakan untuk memilih sampel dengan langkah sebagai berikut:
-          Identifikasi jumlah total populasi
-          Tentukan jumlah sampel yang diinginkan
-          Daftar semua anggota yang termasuk populasi
-          Berikan semua anggota dengan nomor kode yang diminta
-          Pilih secara acak dengan menggunakan penunjuk pada angka yang ada dalam tabel
-          Pada angka-angka yang terpilih, lihat digit yang tepat yang dipilih
-          Jika angka dikaitkan dengan angka terpilih untuk individual dalam populasi menjadi individual dalam sampel
-          Gerakan penunjuk kolom atau angka lain
-          Ulangi langkah nomor 8 sampai jumlah sampel yang diinginkan.

2.        Proportionate Stratified Random Sampling
In proportionate stratified sampling, the proportion of each subgroup in the sample is the same as their proportion in the population.[16] Teknik ini digunakan jika populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang  pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata. Jumlah sampel yang diambil meliputi strata pendidikan tersebut.
Seperti halnya teknik memilih sampel acak, tekni ini juga mempunyai langkah-langkah untuk menentukan sampel yang diinginkan. Langkah-langkah tersebut dapat dilihat seperti berikut:
-          Identifikasi jumlah total populasi
-          Tentukan jumlah sampel yang diinginkan
-          Daftar semua anggota yang termasuk sebagai populasi
-          Pisahkan anggota populasi berdasarkan karakteristik lapisan yang dimiliki
-          Pilih sampel dengan menggunakan prinsip acak
-          Lakukan langkah pemilihan pada setiap lapisan yang ada
-          Sampai jumlah sampel dapat dicapai.[17]

3.        Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang lulusan S­1, 800 orang lulusan SMU dan 700 orang lulusan SMP. Maka lulusan S3dan S2 diambil semua sebagai sampel karena kedua kelompok ini lebih kecil.[18]
4.        Cluster Sampling (Area Sampling)
In cluster sampling, the unit of sampling is a naturally occurring group of individuals. Cluster sampling is used when is more feasible to select groups of individuals rather than individuals from a defined population.[19]
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Teknik cluster sampling ini memilih sampel bukan didasarkan pada individual tetapi lebih didasarkan pada kelompok, daerah, atau kelompok daerah yang secara alami berkumpul bersama.
Teknik pengambilan daerah ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.[20]
Memilih sampel dengan menggunakan teknik cluster ini mempunyai beberapa langkah seperti berikut:
-          Identifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi
-          Tentukan besar sampel yang diinginkan
-          Tentukan dasar logika untuk menentukan cluster
-          Perkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap cluster[21]

b)        Non Probability Sampling
Other methods of sample selection involve non-probability sampling. Individuals are selected not by chance but by some other mean.[22] Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel.[23] Pada keadaan tertentu sering kali seorang peneliti menemui situasi bahwa syarat-syarat yang berlaku dalam teknik probabilitas tidak dapat dipenuhi. Seperti jumlah responden terlalu kecil, jumlah populasi tidak diketahui secara pasti dan peneliti tidak tertarik dengan jumlah populasi tersebut. Teknik nonprobabilitas ini cara pengambilan sampel pada prinsipnya menggunakan pertimbangan tertentu yang digunakan oleh si peneliti.
1.      Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja atau nomor genap saja.
2.      Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Sebagai contoh akan dilakukan penelitian tentang masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam urusan SIMB. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, jika belum mencapai 500 orang maka penelitian dianggap belum selesai, karena belum memenuhi kuota.
3.      Sampling Insidental
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang ditemui secara kebetulan itu cocok sebagai sumber data.
Teknik memilih dengan cara ini keuntungan yang paling tampak adalah mudah dilakukan dan mudah memperoleh informasi yang diinginkan. Walaupun teknik ini juga mempunyai kelemahan yaitu jika orang lewat adalah bukan orang yang diharapkan dipilih sebagai sampel, sehingga terjadi bias responden dan bias informasi.[24] Maka untuk mengatasinya ialah dengan menanyakan identitasnya terlebih dahulu.
4.      Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Karena untuk menentukan seseorang menjadi sampel atau tidak didasarkan pada tujuan tertentu, misalnya dengan pertimbangan profesional yang dimiliki oleh si peneliti dalam usahanya memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Contoh akan dilakukan penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif.
5.      Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Ini sering dilakukan jika jumlah populasinya relatif kecil, kurang dari 30 atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
6.      Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar. Dalam penentuan sampel pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi Karena dengan dua orang ini dirasa belum lengkap terhadap data yang diberikan, maka penenliti mencari orang lain yang dianggap lebih tahu dan dapat memberikan data yang diberikan oleh orang sebelumnya. Penentuan sampel ini juga banyak digunakan dalam penelitian kualitatif.
            Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti dalam menggunakan dan memilih teknik yang ada ialah, bahwa untuk penelitian kuantitatif sebaiknya menggunakan teknik probabilitas untuk memilih anggota sampel. Alasan yang mendukung teknik ini adalah bahwa teknik probabilitas mempunyai prinsip random yang sangat kuat untuk mendukung proses generalisasi hasil penelitian yang diperoleh.[25]
d.        Menentukan Ukuran Sampel
Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitatif. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif, ukuran sampel bukan menjadi nomor satu, karena yang dipentingkan adalah kekayaan informasi. Walau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan informasi, maka sampelnya lebih bermanfaat.[26] Ukuran sampel harus mewakili  populasi, ukuran sampel mempengaruhi tingkat kesalahan yang terjadi, semakin banyak ukuran sampel maka semakin kecil tingkat kesalahan generalisasi yang terjadi dan sebaliknya
Dikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat kesalahan, ada lagi beberapa faktor lain yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu, (1) derajat keseragaman, (2) rencana analisis, (3) biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia. Makin tidak seragam sifat atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus diambil.  Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak.
Gay dan Diehl menuliskan, untuk penelitian deskriptif sampelnya 10% dari populasi, penelitian korelasional paling sedikit 30 elemen populasi, penelitian perbandingan kausal 30 elemen per kelompok, dan untuk penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok.[27]
Roscoe memberikan pedoman penentuan jumlah sampel sebagai berikut :
-          Sebaiknya ukuran sampel di antara 30 s/d 500 elemen
-          Jika sampel dipecah lagi ke dalam subsampel (laki/perempuan, SD/SLTP/SMU, dsb), jumlah minimum subsampel harus 30
-          Pada penelitian multivariate (termasuk analisis regresi multivariate) ukuran sampel harus beberapa kali lebih besar (10 kali) dari jumlah variable yang akan dianalisis.
-          Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, dengan pengendalian yang ketat, ukuran sampel bisa antara 10 s/d 20 elemen.[28]
 

Menurut Slovin :                  Contoh : Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap semangat kerja pada karyawan PT. Cucak Rowo. Di dalam PT tersebut terdapat 130 orang karyawan.  Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil ?
Jawab:                                              [29]

Rumus Isaac dan Michael
          
Keterangan :      l2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10%
                           P = Q = 0,5
                           d = 0,05
                           S = Jumlah Sampel
Penggunaan rumus Isaac:
Jika kita akan mengambil sampel sebanyak 140, maka:
          pada taraf kesalahan 1%, sampel yang bisa diambil 116 responden,
         pada taraf kesalahan 5% sampel yang bisa diambil 100 responden,
          pada taraf 10% sampel yang bisa diambil sebanyak 92 responden.[30]

Taro Yamane (jumlah populasi diketahui):
Keterangan :
n          = Jumlah sampel
N         = Jumlah populasi
d2           = Presisi yang ditetapkan[31]
Rumus Wibisono (jumlah populasi tidak diketahui):
Keterangan:
n       = jumlah sampel
Za     = nilai table Z = 0.05
s      = Standar deviasi populasi 
e       = Tingkat kesalahan[32]
            Rumus Sugiyono (sampel berstrata):
Keterangan:
Ni = jumlah populasi menurut stratum 
N = Jumlah populasi seluruhnya
ni = Jumlah sampel menurut stratum
n  = Jumlah sampel seluruhnya[33]
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan praktiknya Cet.Ke-VII, (Bandung: Bumi Aksara, 2009), hal. 52
[1] Gall Meredith D, et.al, Educational Research An Introduction, Cet. Ke-7, hal. 167
[1] Moh. Nazir, Metode Penelitian Cet. Ke-V, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), hal. 270      
[1] Sudjana, Metoda Statistika Cet. Ke-I, (Bandung: PT. Tarsito, 2005), hal. 6
[1] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Cet. Ke-IV, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 80
[1] Sukardi,Metodologi, hal. 53
[1] Sukardi, Metodologi, hal. 53
[1] Subana, dkk, Statistik Pendidikan Cet. Ke-X, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2000), hal. 24
[1] Sugiyono, Metode, hal. 80
[1] Nazir, Metode, hal. 271
[1]  Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan Cet Ke-I, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1987), hal. 29
[1] Gall, Educational,  hal. 170
[1] Sugiyono, Metode, hal. 42
[1] Gall, Educational,. hal. 171
[1] Gall. Educational, hal. 171 
[1] Gall. Educational, hal. 174
[1] Sukardi, Metodologi, hal. 62
[1] Sugiyono, Metode,hal. 83
[1] Gall, Educational, hal. 174
[1] Sugiyono, Metode, hal. 83
[1] Sukardi, Metodologi, hal. 61
[1]  Gall, Educational, hal 170
[1] Sugiyono, Metode, hal. 85
[1] Sukardi, Metodologi, hal. 64
[1] Sukardi, Metodologi, hal. 65
[1]  Ibid
[1] Blog.fitk-uinjkt.ac.id/dede_rosyada/files/2009/…/populasi-dan-sampel.ppt
[1] Sugiyono, Metode, hal. 87
[1] images.dedi1968.multiplycontent.com/…/1-kuliah-07_populasi-dan-sampel.ppt
[1] Ibid
[1] Ibid





[1] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan praktiknya Cet.Ke-VII, (Bandung: Bumi Aksara, 2009), hal. 52
[2] Gall Meredith D, et.al, Educational Research An Introduction, Cet. Ke-7, hal. 167
[3] Moh. Nazir, Metode Penelitian Cet. Ke-V, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), hal. 270   
[4] Sudjana, Metoda Statistika Cet. Ke-I, (Bandung: PT. Tarsito, 2005), hal. 6
[5] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Cet. Ke-IV, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 80
[6] Sukardi,Metodologi, hal. 53
[7] Sukardi, Metodologi, hal. 53
[8] Subana, dkk, Statistik Pendidikan Cet. Ke-X, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2000), hal. 24
[9] Sugiyono, Metode, hal. 80
[10] Nazir, Metode, hal. 271
[11]  Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan Cet Ke-I, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1987), hal. 29
[12] Gall, Educational,  hal. 170
[13] Sugiyono, Metode, hal. 42
[14] Gall, Educational,. hal. 171
[15] Gall. Educational, hal. 171 
[16] Gall. Educational, hal. 174
[17] Sukardi, Metodologi, hal. 62
[18] Sugiyono, Metode,hal. 83
[19] Gall, Educational, hal. 174
[20] Sugiyono, Metode, hal. 83
[21] Sukardi, Metodologi, hal. 61
[22]  Gall, Educational, hal 170
[23] Sugiyono, Metode, hal. 85
[24] Sukardi, Metodologi, hal. 64
[25] Sukardi, Metodologi, hal. 65
[27]  Ibid
[28] Blog.fitk-uinjkt.ac.id/dede_rosyada/files/2009/…/populasi-dan-sampel.ppt
[30] Sugiyono, Metode, hal. 87
[31] images.dedi1968.multiplycontent.com/…/1-kuliah-07_populasi-dan-sampel.ppt
[32] Ibid
[33] Ibid

3 comments: