BAB I
PENDAHULUAN
Salah satu komponen pendidikan yang
mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan proses studi secara komprehensif
adalah komponen metodologi. Pada komponen ini metode yang digunakan oleh
peneliti dalam mencari dan memecahkan masalah penelitian diuraikan secara
jelas. Tujuannya adalah agar para peneliti dapat memberikan gambaran yang
sistematis dan terencana tentang apa yang hendak mereka lakukan ketika hendak
berada dikancah penelitian, sehingga memberikan peluang kepada peneliti lain
untuk dapat melakukan penjejakan kembali jika diperlukan.
Ada beberapa istilah atau batasan
yang berkaitan dengan subjek atau objek yang hendak diteliti. Beberapa batasan
penting tersebut diantaranya: tempat penelitian, populasi penelitian, jumlah
subjek yang diperlukan untuk penelitian, dan teknik pemilihan subjek. Batasan
tersebut harus ditulis oleh peneliti baik ketika mereka menyusun rencana
penelitian yang biasanya dituangkan dalan bentuk proposal, maupun dalam bab
ketiga didalam laporan penelitian, agar mereka dapat melakukan persiapan
kegiatan untuk mendukung tercapainya pengumpulan data.[1]
BAB II
POPULASI DAN SAMPEL
A.
POPULASI
Quntitative researchers attempt to discover
something about a large group of individuals by studying a much smaller group.
The larger group that they wish to learn about is called a population, and the
smaller group they actually study is called sample.[2]
Populasi adalah kumpulan dari individu dengan
kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Sebuah populasi dengan jumlah
individu tertentu dinamakan populasi finit, sedangkan jika jumlah individu
dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap ataupun jumlahnya tidak
terhingga dinamakan populasi infinit.[3]
Totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran
kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua
anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya
dinamakan populasi.[4]
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang
lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang
dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh
subyek atau obyek itu.[5]
Populasi pada prinsipnya adalah semua anggota
kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam
satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir
suatu penelitian.[6]
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan
bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari
manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, atau peristiwa sebagai
sumber data yang mewakili karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.
Ada beberapa jenis populasi yang harus diketahui
berdasarkan penggolongannya yaitu:
a. Berdasarkan
jumlah populasinya
Berdasarkan jumlah populasinya dapat digolongkan
menjadi:
a) Populasi
terbatas adalah sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga
relatif dapat dihitung jumlahnya.
b) Populasi
tak terbatas adalah sumber data yang tidak dapat ditentukan batasnya sehingga
relatif tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah.
b. Berdasarkan
sifatnya
Berdasarkan sifatnya, populasi homogen digolongkan
menjadi:
a) Populasi
homogen yaitu sumber data yang unsurnya memiliki sifat yang sama sehingga tidak
perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.
b) Populasi
heterogen yaitu sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi
sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya, baik secara kuantitatif maupun
kualitatif.
Populasi dapat berupa guru, siswa, kurikulum
fasilitas, lembaga sekolah, hubungan sekolah dan masyarakat, karyawan
perusahaan, jenis tanaman hutan, jenis pada, kegiatan marketing, hasil
produksi, dan sebagainya. Populasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
populasi target dan populasi akses.[7]
Populasi yang direncanakan dalam rencana penelitian disebut populasi target. Orang-orang atau benda yang dapat
ditemui ketika dalam penentuan jumlah populasi berdasarkan keadaan yang ada
disebut populasi akses.
Hasil dari objek pada populasi yang diteliti harus
dianalisis untuk ditarik kesimpulan dan kesimpulan itu berlaku untuk seluruh
populasi. Dalam melaksanakan penelitian, walaupun tersedia populasi yang
terbatas dan homogen, adakalanya peneliti tidak melakukan pengumpulan data
secara populasi, tetapi mengambil sebagian dari populasi yang dianggap mewakili
populasi. Dengan meneliti sebagian populasi diharapkan bahwa hasil yang
diperoleh akan memberikan gambaran yang sesuai dengan sifat populasi yang
bersangkutan. Jadi, penelitian hanya dilakukan pada sampel, tetapi kesimpulan
yang diperoleh akan digeneralisasikan terhadap populasi.[8]
B.
SAMPEL
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut.[9]
Sebuah sampel adalah bagian dari populasi. Survei sampel adalah suatu prosedur
dimana hanya sebagian dari populasi yang hanya diambil dan dipergunakan untuk
menentukan sifat dan ciri yang dikehendaki populasi.[10]
Sampling ialah cara mengumpulkan data dengan jalan
mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi
objek penelitian. Dengan kata lain sampling adalah cara mengumpulkan data
dengan mencatat dan meneliti sampelnya saja. Dengan cara sampling ini, sampling
yang diperoleh adalah nilai karakteristiknya saja dan atas dasar nilai
karakteristik perkiraan yang diperoleh dari sampel itu, kita dapat
memperkirakan nilai sesungguhnya dari populasi yang sedang kita teliti. Sudah
barang tentu untuk mendapatkan perkiraan yang baik, sampel yang kita ambil
haruslah bersifat representatif.[11]
Dalam hal menarik sampel, para ahli biasanya
menggunakan probability sampel. Dimana suatu unsur individu dari populasi tidak
didasarkan pada pertimbangan pribadi, tetapi tergantung pada aplikasi
kemungkinan. Jika pemilihan individu dari populasi didasarkan atas pertimbangan
pribadi maka sampel tersebut dinamakan judgment sampel.
Kebaikan sampling adalah pekerjaan mengumpulkan data
akan dapat dilaksanakan dengan waktu, tenaga, biaya dan alat yang relatif lebih
kecil dibandingkan dengan sensus. Namun segi kelemahannya ialah jika sampel
tersebut tidak bersifat representatif, maka kesimpulan yang dikenakan terhadap
populasi tidak sesuai dengan kenyataan yang terdapat pada populasi.
a.
Syarat
Sampel
-
Akurasi atau ketepatan,
yaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain
makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel
tersebut. Tolak ukur adanya“bias” atau kekeliruan adalah populasi.
-
Karakteristik
Populasi. Agar
sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap
mungkin karakteristik populasi
-
Presisi.
Memiliki tingkat presisi estimasi. Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan
karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard
error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari
sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat
presisinya.
b.
Prosedur
Penentuan Sampel
c.
Teknik
Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan
sampel. Untuk Menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat
berbagai teknik sampling yang digunakan. Secara skematis teknik macam-macam
sampling adalah:
|
Probability
Sampling
|
|
Non
Probability Sampling
|
|
1. Simple
Random Sampling
2. Proportionate
Stratified Random Sampling
3. Disproportionate
Stratified Random Sampling
4. Area
(Cluster) sampling (sampling menurut daerah)
|
|
1. Sampling
Sistematis
2. Sampling
Kuota
3. Sampling
Incidental
4. Purposive
Sampling
5. Sampling
Jenuh
6. Snowball
Sampling
|
|
Teknik
Sampling
|
a)
Probability Sampling
Samples can be drawn from accessible or target
population by various methods. Some of the methods involve probability
sampling. Which means that each individual in the population has a known
probability of being selected. The probabilities are known because the
individuals are chosen by chance.[12]
Probability
sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama
bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.[13]
1.
Simple Random Sampling
A simple random sample is a group of individuals
drawn by a procedure in the which all the individuals in the defined population
have an equal and independent chance of being selected as member of the sample by
independent. We mean that the selection of one individual for the sample has no
effect on the selection of any other individuals.[14]
Dikatakan simple karena pengambilan anggota sampel
dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam
populasi tersebut. Cara demikian dilakukan jika populasi dianggap homogen.
Cara penarikan simple random sampling adalah:
·
Cara undian
Cara tradisional ini dapat dilihat dalam kumpulan
ibu-ibu arisan. Teknik acak ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti
berikut:
-
Tentukan jumlah populasi yang dapat ditemui
-
Daftar semua anggota
dalam populasi, masukkan dalam kotak yang telah diberi lubang penarikan
-
Kocok kotak tersebut
dan keluarkan lewat lubang pengeluaran yang telah dibuat
-
Nomor anggota yang
keluar adalah mereka yang ditunjuk sebagai sampel penelitian
-
Lakukan terus menerus
sampai jumlah sampel yang ditentukan.
·
Menggunakan tabel angka
random
To use the random numbers table, randomly select a
column as a starting point, then select all the numbers that follow in that
column. Because there are three digits in 972, you only need the last three
digits of each five digits number. If more numbers are needed, proceed next
column until sufficieat numbers have been selected to make up the desired sample
size.[15]
Proses pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan
tabel yang dihasilkan oleh komputer dan telah diakui manfaatnya dalam
penelitian. Tabel tersebut umumnya terdiri dari kolom dan angka lima digit yang
telah secara acak dihasilkan oleh komputer. Dengan menggunakan tabel tersebut,
angka-angka yang digunakan untuk memilih sampel dengan langkah sebagai berikut:
-
Identifikasi jumlah
total populasi
-
Tentukan jumlah sampel
yang diinginkan
-
Daftar semua anggota
yang termasuk populasi
-
Berikan semua anggota
dengan nomor kode yang diminta
-
Pilih secara acak
dengan menggunakan penunjuk pada angka yang ada dalam tabel
-
Pada angka-angka yang
terpilih, lihat digit yang tepat yang dipilih
-
Jika angka dikaitkan
dengan angka terpilih untuk individual dalam populasi menjadi individual dalam
sampel
-
Gerakan penunjuk kolom
atau angka lain
-
Ulangi langkah nomor 8
sampai jumlah sampel yang diinginkan.
2.
Proportionate Stratified
Random Sampling
In proportionate stratified sampling, the proportion
of each subgroup in the sample is the same as their proportion in the
population.[16]
Teknik ini digunakan jika populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan
berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari
latar belakang pendidikan yang
berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata. Jumlah sampel yang diambil
meliputi strata pendidikan tersebut.
Seperti halnya teknik memilih sampel acak, tekni ini
juga mempunyai langkah-langkah untuk menentukan sampel yang diinginkan.
Langkah-langkah tersebut dapat dilihat seperti berikut:
-
Identifikasi jumlah
total populasi
-
Tentukan jumlah sampel
yang diinginkan
-
Daftar semua anggota
yang termasuk sebagai populasi
-
Pisahkan anggota
populasi berdasarkan karakteristik lapisan yang dimiliki
-
Pilih sampel dengan
menggunakan prinsip acak
-
Lakukan langkah
pemilihan pada setiap lapisan yang ada
3.
Disproportionate
Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel,
bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya 3 orang lulusan S3,
4 orang lulusan S2, 90 orang lulusan S1, 800 orang
lulusan SMU dan 700 orang lulusan SMP. Maka lulusan S3dan S2
diambil semua sebagai sampel karena kedua kelompok ini lebih kecil.[18]
4.
Cluster Sampling (Area
Sampling)
In cluster sampling, the unit of sampling is a
naturally occurring group of individuals. Cluster sampling is used when is more
feasible to select groups of individuals rather than individuals from a defined
population.[19]
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan
sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal
penduduk dari suatu negara. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan
sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah
ditetapkan. Teknik cluster sampling ini memilih sampel bukan didasarkan pada
individual tetapi lebih didasarkan pada kelompok, daerah, atau kelompok daerah
yang secara alami berkumpul bersama.
Teknik pengambilan daerah ini sering digunakan
melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap
kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.[20]
Memilih sampel dengan menggunakan teknik cluster ini
mempunyai beberapa langkah seperti berikut:
-
Identifikasi populasi
yang hendak digunakan dalam studi
-
Tentukan besar sampel
yang diinginkan
-
Tentukan dasar logika
untuk menentukan cluster
b)
Non Probability
Sampling
Other methods of sample selection involve
non-probability sampling. Individuals are selected not by chance but by some
other mean.[22]
Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel.[23]
Pada keadaan tertentu sering kali seorang peneliti menemui situasi bahwa
syarat-syarat yang berlaku dalam teknik probabilitas tidak dapat dipenuhi.
Seperti jumlah responden terlalu kecil, jumlah populasi tidak diketahui secara
pasti dan peneliti tidak tertarik dengan jumlah populasi tersebut. Teknik
nonprobabilitas ini cara pengambilan sampel pada prinsipnya menggunakan
pertimbangan tertentu yang digunakan oleh si peneliti.
1. Sampling
Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel
berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja atau nomor genap
saja.
2. Sampling
Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel
dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang
diinginkan. Sebagai contoh akan dilakukan penelitian tentang masyarakat
terhadap pelayanan masyarakat dalam urusan SIMB. Jumlah sampel yang ditentukan
500 orang, jika belum mencapai 500 orang maka penelitian dianggap belum selesai,
karena belum memenuhi kuota.
3. Sampling
Insidental
Sampling insidental adalah teknik penentuan sampel
berdasarkan kebetulan. Yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan
peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang ditemui secara
kebetulan itu cocok sebagai sumber data.
Teknik memilih dengan cara ini keuntungan yang
paling tampak adalah mudah dilakukan dan mudah memperoleh informasi yang
diinginkan. Walaupun teknik ini juga mempunyai kelemahan yaitu jika orang lewat
adalah bukan orang yang diharapkan dipilih sebagai sampel, sehingga terjadi
bias responden dan bias informasi.[24]
Maka untuk mengatasinya ialah dengan menanyakan identitasnya terlebih dahulu.
4. Sampling
Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu. Karena untuk menentukan seseorang menjadi sampel
atau tidak didasarkan pada tujuan tertentu, misalnya dengan pertimbangan
profesional yang dimiliki oleh si peneliti dalam usahanya memperoleh informasi
yang relevan dengan tujuan penelitian. Contoh akan dilakukan penelitian tentang
kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan.
Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif.
5. Sampling
Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bila
semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Ini sering dilakukan jika
jumlah populasinya relatif kecil, kurang dari 30 atau penelitian yang ingin
membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel
jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
6. Snowball
Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel
yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar. Dalam penentuan sampel
pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi Karena dengan dua orang ini
dirasa belum lengkap terhadap data yang diberikan, maka penenliti mencari orang
lain yang dianggap lebih tahu dan dapat memberikan data yang diberikan oleh
orang sebelumnya. Penentuan sampel ini juga banyak digunakan dalam penelitian
kualitatif.
Yang perlu diperhatikan oleh para
peneliti dalam menggunakan dan memilih teknik yang ada ialah, bahwa untuk
penelitian kuantitatif sebaiknya menggunakan teknik probabilitas untuk memilih
anggota sampel. Alasan yang mendukung teknik ini adalah bahwa teknik
probabilitas mempunyai prinsip random yang sangat kuat untuk mendukung proses
generalisasi hasil penelitian yang diperoleh.[25]
d.
Menentukan
Ukuran Sampel
Ukuran sampel
atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala jenis
penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis
kuantitatif. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif, ukuran
sampel bukan menjadi nomor satu, karena yang dipentingkan adalah kekayaan informasi.
Walau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan informasi, maka sampelnya lebih
bermanfaat.[26] Ukuran sampel harus mewakili
populasi, ukuran sampel mempengaruhi tingkat kesalahan yang
terjadi, semakin banyak
ukuran sampel maka semakin kecil tingkat kesalahan generalisasi yang terjadi
dan sebaliknya
Dikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat
kesalahan, ada lagi beberapa faktor lain yang perlu memperoleh pertimbangan
yaitu, (1) derajat keseragaman, (2) rencana analisis, (3) biaya, waktu, dan tenaga
yang tersedia. Makin tidak seragam sifat atau karakter setiap elemen populasi,
makin banyak sampel yang harus diambil.
Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun
harus banyak.
Gay dan Diehl menuliskan,
untuk penelitian deskriptif sampelnya 10% dari populasi, penelitian
korelasional paling sedikit 30 elemen populasi, penelitian perbandingan kausal
30 elemen per kelompok, dan untuk penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok.[27]
Roscoe memberikan pedoman penentuan jumlah sampel
sebagai berikut :
-
Sebaiknya ukuran sampel di
antara 30 s/d 500 elemen
-
Jika sampel dipecah lagi ke
dalam subsampel (laki/perempuan, SD/SLTP/SMU, dsb), jumlah minimum subsampel
harus 30
-
Pada penelitian multivariate
(termasuk analisis regresi multivariate) ukuran sampel harus beberapa kali
lebih besar (10 kali) dari jumlah variable yang akan dianalisis.
-
Untuk penelitian eksperimen
yang sederhana, dengan pengendalian yang ketat, ukuran sampel bisa antara 10
s/d 20 elemen.[28]
Jawab: [29]
Rumus Isaac dan Michael
Keterangan : l2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa
1%, 5%, 10%
P = Q = 0,5
d = 0,05
S = Jumlah Sampel
Penggunaan rumus Isaac:
Jika kita akan mengambil sampel sebanyak
140, maka:
•
pada taraf kesalahan 1%, sampel yang bisa
diambil 116 responden,
•
pada taraf kesalahan 5% sampel
yang bisa diambil 100 responden,
•
pada taraf 10% sampel yang bisa diambil
sebanyak 92 responden.[30]
Taro Yamane
(jumlah populasi diketahui):
Keterangan
:
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d2
= Presisi yang ditetapkan[31]
Rumus Wibisono
(jumlah populasi tidak diketahui):
Keterangan:
n = jumlah sampel
Za = nilai table Z = 0.05
s = Standar deviasi populasi
Rumus Sugiyono (sampel berstrata):
Keterangan:
Ni
= jumlah populasi menurut stratum
N =
Jumlah populasi seluruhnya
ni
= Jumlah sampel menurut stratum
Sukardi,
Metodologi Penelitian Pendidikan
Kompetensi dan praktiknya Cet.Ke-VII, (Bandung: Bumi Aksara, 2009), hal. 52
[1] Gall
Meredith D, et.al, Educational
Research An Introduction, Cet. Ke-7, hal. 167
[1] Moh.
Nazir, Metode Penelitian Cet. Ke-V, (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 2003), hal. 270
[1]
Sudjana, Metoda Statistika Cet. Ke-I, (Bandung:
PT. Tarsito, 2005), hal. 6
[1]
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D Cet. Ke-IV, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 80
[1]
Sukardi,Metodologi, hal. 53
[1]
Sukardi, Metodologi, hal. 53
[1]
Subana, dkk, Statistik Pendidikan Cet.
Ke-X, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2000), hal. 24
[1]
Sugiyono, Metode, hal. 80
[1]
Nazir, Metode, hal. 271
[1] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan Cet Ke-I, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 1987), hal. 29
[1]
Gall, Educational, hal. 170
[1]
Sugiyono, Metode, hal. 42
[1]
Gall, Educational,. hal. 171
[1]
Gall. Educational, hal. 171
[1]
Gall. Educational, hal. 174
[1]
Sukardi, Metodologi, hal. 62
[1]
Sugiyono, Metode,hal. 83
[1]
Gall, Educational, hal. 174
[1]
Sugiyono, Metode, hal. 83
[1]
Sukardi, Metodologi, hal. 61
[1] Gall, Educational,
hal 170
[1]
Sugiyono, Metode, hal. 85
[1]
Sukardi, Metodologi, hal. 64
[1]
Sukardi, Metodologi, hal. 65
[1] Ibid
[1] Blog.fitk-uinjkt.ac.id/dede_rosyada/files/2009/…/populasi-dan-sampel.ppt
[1]
Sugiyono, Metode, hal. 87
[1]
images.dedi1968.multiplycontent.com/…/1-kuliah-07_populasi-dan-sampel.ppt
[1] Ibid
[1] Ibid
[1] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi
dan praktiknya Cet.Ke-VII, (Bandung: Bumi Aksara, 2009), hal. 52
[2] Gall Meredith D, et.al, Educational Research An Introduction, Cet. Ke-7, hal. 167
[3] Moh. Nazir, Metode Penelitian Cet. Ke-V, (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 2003), hal. 270
[4] Sudjana, Metoda Statistika Cet. Ke-I, (Bandung: PT.
Tarsito, 2005), hal. 6
[5] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D Cet. Ke-IV, (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 80
[6] Sukardi,Metodologi, hal. 53
[7] Sukardi, Metodologi, hal. 53
[8] Subana, dkk, Statistik Pendidikan Cet. Ke-X, (Bandung:
CV. Pustaka Setia, 2000), hal. 24
[9] Sugiyono, Metode, hal. 80
[10] Nazir, Metode, hal. 271
[11] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan Cet Ke-I, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 1987), hal. 29
[12] Gall, Educational, hal. 170
[13] Sugiyono, Metode, hal. 42
[14] Gall, Educational,. hal. 171
[15] Gall. Educational, hal. 171
[16] Gall. Educational, hal. 174
[17] Sukardi, Metodologi, hal. 62
[18] Sugiyono, Metode,hal. 83
[19] Gall, Educational, hal. 174
[20] Sugiyono, Metode, hal. 83
[21] Sukardi, Metodologi, hal. 61
[22] Gall, Educational,
hal 170
[23] Sugiyono, Metode, hal. 85
[24] Sukardi, Metodologi, hal. 64
[25] Sukardi, Metodologi, hal. 65
[27] Ibid
[28] Blog.fitk-uinjkt.ac.id/dede_rosyada/files/2009/…/populasi-dan-sampel.ppt
[30] Sugiyono, Metode, hal. 87
[31]
images.dedi1968.multiplycontent.com/…/1-kuliah-07_populasi-dan-sampel.ppt
[32] Ibid
[33] Ibid
haizzzz .....binun.com euyyy
ReplyDeletePENING KALI AKU PELAJARINYA
ReplyDeletethanks buat infonya dan footnote ya ^^
ReplyDelete